//
you're reading...
Uncategorized

Komisi A Tuntut Kadindik Bertanggungjawab

* Ngaku Atas Rekom Bupati

Pilarrakyat-Madiun, Kebijakan Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Madiun Suhardi yang dinilai ’plin plan’ terkait pengangkatan kembali Sardjono sebagai Kasek di SMKN 1 Karee membuat Komisi A DPRD setempat meradang. Sebab, kebijakan Kadindik telah memicu aksi demo ratusan siswa setempat.

Dalam hearing dengan anggota Komisi A, Rabu (29/2) kemarin, Kadindik dicecar sejumlah pertanyaan seputar masalah tersebut dan meminta Kadindik bertanggungjawab. “Kadindik harus bertanggungjawab. Itu kebijakan Kadindik atas rekomendasi Bupati Madiun,” ujar Ketua Komisi A, Slamet.

Sesuai hasil temuan dewan, awalnya Kadindik mengeluarkan kebijakan menarik Sardjono ke Dinas Pendidikan. Tapi, pada mutasi Kasek berlangsung Jum’at (17/2) lalu, Sardjono justru dilantik kembali sebagai Kepala Sekolah di SMKN Kare.

Slamet menegaskan, permasalahan yang terjadi harus segera dituntaskan agar tidak mengganggu siswa yang akan menghadapi ujian nasional (Unas). Tidak hanya itu, dewan juga minta tanggungjawab Kadindik Suhardi terkait penempatan Kabid SMP/ SMA Doli Sapardi yang ditunjuk sementara menggantikan Sardjono sebagai Kasek SMKN 1 Karee.

“Karena semua peran yang menangani adalah Pak Doli. Tapi, untuk tanda tangan administrasi tetap dipegang Sardjono, termasuk tanda tangan ijasah. Bagaimana jika nanti terjadi persoalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadindik Suhardi tampaknya berusaha mencari selamat. Dihadapan Komisi A, dia mengaku jika penarikan kembali Sardjono ke SMKN 1 Karee atas rekomendasi Bupati Madiun Muhtarom. “Pada penarikan pertama, kami sudah memberikan pembinaan. Hasil pembinaan itu selanjutnmya kami sampaikan ke pak bupati. Setelah itu muncul disposisi. Yang bersangkutan dipindah ke sekolah yang greatnya sama dengan SMKN 1 Karee,” ujar Suhardi.

Namun, karena tidak ada sekolah yang greatnya sama dengan SMKN 1 Karee, akhirnya, oleh Dindik yang bersangkutan dikembalikan lagi ke SMKN 1 Karee. “SMKN 1 Karee itu greatnya terendah di Kabupaten Madiun. Tidak ada lagi sekolah yang greatnya dibawah SMKN 1 Karee. Dan setelah yang bersangkutan kami kembalikan ternyata masalah yang lalu kembali terulang,” terang Suhardi.

Suhardi juga mengakui jika ditinjau, penarikan Kasek SMKN 1 Karee ke Dindik memang tidak diperbolehkan. Apalagi, waktunya menjelang Unas. “Tapi karena untuk kondusifitas, penarikan terpaksa dilakukan. Ini hanya bentuk penyelamatan sementara. Termasuk menunggu penyelesaian Ruang Kelas baru,” katanya.

Sedang mengenai penempatan Doli Saopardi sebagai Plt Kasek SMKN 1 Karee, Suhardi mengatakan, dilakukan untuk mempersiapkan siswa kelas XII mengikuti ujian nasional. “Kahadiran Sardjono di SMKN 1 Karee tidak memungkinkan, sehingga, penempatan Plt Kasek tetap dilakukan. Kami harus menyelematkan siswa demi Unas,” ujarnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: