//
you're reading...
Uncategorized

Puluhan Kades Madiun Rama-ramai Ke Yogyakarta

Soal Bantuan Dana Infrastruktur

Pilarrakyat-Madiun, Puluhan Kepala Desa Kabupaten Madiun Jawa Timur, ramai-ramai berangkat ke Yogyakarta dengan menggunakan dua kendaraan bus, Rabu (29/02/12)pagi. Kabarnya, mereka akan menemui pengurus Yayasan Peduli Umat Nusantara (YPUN) untuk mempertanyakan soal bantuan dana infrastruktur bagi kepala desa senilai miliaran rupiah.

Kepala Desa Sogo Kec. Balerejo Kab, Madiun, Didik Suprastiono dikonfirmasi mengaku kegiatan para Kades ke Yogyakarta, karena ada undangan dari YPUN Ketua H. Rasyid.

“Dalam rangka kegiatan Maulud Nabi SWT dan penyerahan secara simbolis bantuan dana penyesuaian Infrastruktur 5 (lima) Propinsi serta bantuan bagi anak yatim piatu, bertempat di lapangan Yogyakarta,” kata Didik melalui telepon, Rabu (29/02/12).

Sementara itu, terkait pengajuan proposal bantuan dana infrastruktur bagi kepala desa senilai miliaran rupiah melalui YPUN, sebagian Kepala Desa mengaku belum mengetahui kepastian realisasinya.

“Ini belum jelas pak, dan cairnya katanya setelah acara penyerahan secara simbolis ini (di Yogyakarta,red) dan menunggu informasi lebih lanjut,” kata Sukamto Kades Morang Kec. Kare Kab Madiun melalui pesan singkat.

Informasi diperoleh, rombongan para Kepala Desa yang berangkat ke Yogyakarta terdiri dari perwakilan 14 Kecamatan di Kab. Madiun, diantaranya dari Kec. Jiwan, Sawahan, Madiun, Balerejo, Wonoasri, Mejayan, Saradan, Pilangkenceng, Gemarang, Kare, Wungu, Dagangan, Geger, dan Dolopo.

Para Kades tersebut ramai-ramai ke Yogyakarta, karena sudah mengajukan proposal bantuan dana infrastruktur melalui YPUN. Sehingga ada anggapan, kedatangannya ke Yogyakarta adalah realisasi proposal diajukan.

Awalnya, YPUN masuk ke Kab Madiun melalui seorang Kepala Desa, dengan membawa program dan janji akan membantu / memberikan bantuan dana Infrastruktur di setiap desa, dengan syarat setiap desa harus mengajukan proposal.

Tergiur dengan iming-iming dana bantuan untuk desa, sebagian Kades langsung mengajukan proposal. Bahkan, para Kades itu diduga juga sudah dipungut dana dengan alasan sebagai dana pendamping rata-rata Rp. 10-30 juta.

Padahal, seperti diberitakan di sejumlah media, alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah tahun 2011 untuk 120 daerah telah dibatalkan. Tapi masih ada oknum yang masuk ke daerah-daerah dan desa mengaku akan mencairkan alokasi dana tersebut dengan meminta dana awal. (jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s