//
you're reading...
Uncategorized

Siswa SMKN I Kare Demo Tuntut Kasek Dicopot

Pilarrakyat-Madiun, Pengangkatan kembali Sardjono sebagai Kasek SMKN 1 Karee Kabupaten Madiun berbuntut panjang. Jumat (24/2) ratusan siswa turun jalan menolak penetapan Sardjono sebagai Kepala Sekolah setempat.

Dalam aksinya itu, ratusan siswa membentangkan poster spanduk. Diantaranya bertuliskan, “Kami siswa-siswi SMKN 1 Karee Menuntut Kepala Sekolah Sardjono Diganti, Kami Butuh Bukti Dari Kepala Dinas, Bukannya Janji Palsu !! Ganti Kepsek secepatnya, Sardjono out dari sekolah kami !!. ”Kepala Sekolah harus diganti,” kata Agus koordinator aksi saat orasi.

Mereka menilai, Kasek SMKN 1 Karee Sardjono arogan dalam memimpin. Bahkan, dia juga dituding kerap mengeluarkan kata-kata jorok dan kotor kepada siswanya.

Kendati baru menjabat beberapa bulan, Sardjono juga dinilai terlalu berani dalam mengambil sebuah kebijakan. Celakanya, kebijakan itu dianggap memberatkan siswa. Misalnya sola kebijakan kenaikan SPP yang awalnya hanya Rp 65 ribu setelah dipimpin Sardjono menjadi Rp 90 ribu rupiah. Selain itu, kenaikan tersebut tidak ada transparansinya.

“Orangnya terlalau arogansi. SPP dinaikan. Tapi, tidak dijelaskan rincian kenaikannya itu untuk apa. Selain itu, perilakunya gak patut dicontoh dan kalau ngomong kasar kasar,” ujar Uswatun Khasanah, pelajar setempat.

Diberitakan sebelumnya, mengetahui Sardjono masuk lagi sebagai kepala sekolah, ratusan siswa SMKN 1 Karee Jum’at (17/2) pekan lalu memilih pulang lebih awal sambil bleyer-bleyer gas sepeda motor mengakibatkan suasana disekolah itu bising.

Mereka menuntut, Bupati Madiun Muhtarom melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun Suhardi, mencopot Kepala Sekolah yang pernah dibebas tugaskan

Terkait masuknya kembali Sardjono sebagai Kasek, mereka menduga, karena Sardjono punya kedekatan hubungan dengan Kadindik, anggota dewan, bahkan bupati. Hingga akhirnya, ia dikembalikan untuk bisa menjadi kepala sekolah di SMKN 1 Kare.

Dikonfirmasi terpisah, Kasek SMKN 1 Karee Sardjono mengaku tidak pernah menggunakan uang sekolah. Apalagi, arogan terhadap anak didiknya.

Dia juga mengaku, ada kejanggalan terkait ulah ratusan siswanya itu yang menurutnya lebih dimanfaatkan oknum tertantu (guru) yang sengaja memperkeruh suasana sehingga membuat proses KBM tidak efektif. ‘’Kalau murni dari siswa tidak mungkin, pasti ada yang ngompori,’’ terangnya.

Ditambahkan, jika konflik itu terus berlarut, dia kwatir anak didiknya akan menjadi korban kepentingan pihak tertentu yang tidak menginginkan dirinya menjabat kasek. (jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: