//
you're reading...
Uncategorized

Kabid Perindustrian Dan Rekanan Diperiksa Kejaksaan

* Dugaan Korupsi Rp. 2,1 M, Dicecar 20 Pertanyaan

Pilarrakyat-Madiun, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kab Madiun Mohammad Nadjib Farid dan Daryono rekanan dari PT Brasma Jaya, menjalani penyidikan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun, Jumat (24/2/12). Keduanya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan dana pembantuan dari Departemen Perindustrian tahun 2008-2010 senilai Rp. 2,1 miliar.

Kedua tersangka tiba di Kantor Kejaksaan sekitar pukul 09.40 Wib. Begitu datang, mereka langsung memasuki ruang pidana khusus untuk menjalani pemeriksaan oleh tim jaksa penyidik.

Pemeriksaan tersangka Mohammad Nadjib Farid dilakukan oleh Jaksa Penyidik Mohammad Syafir didampingi kuasa hukumnya Prijono. Sedang tersangka Daryono diperiksa oleh Jaksa Penyidik Tunik Parianti didampingi pengacaranya yaitu, Wiryono Winasis dkk.

Jelang sholat Jum’at atau kurang lebih selama 2,5 jam kedua tersangka itu diperiksa. Sekitar pukul 11. 33 Wib tersangka Daryono terlihat keluar dari ruang pemeriksaaan menyusul kemudian tersangka Farid keluar dari ruang jaksa Safir untuk menunaikan sholat Jum’at.

Jaksa Penyidik Mohammad Syafir dikonfirmasi wartawan membenarkan pemeriksaan kedua tersangka. Dia mengatakan, pemeriksaan itu merupakan pemeriksaan awal tersangka.

Disinggung mengenai substansi pertanyaan, Jaksa Syafir enggan berkomentar banyak. Pasalnya, pemeriksaan terhadap para tersangka belum selesai. “Belum ada hasil. Pemeriksaan masih berjalan. Mungkin hari ini belum bisa selesai. Soalnya banyak sekali pertanyaan,” ujarnya.

Menurut Syafir, hingga istirahat untuk sholat Jum’at materi pemeriksaan baru mencapai sekitar 20 pertanyaan. Sedianya, kedua tersangka akan disodori sekitar 40 sampai 50 pertanyaan. “Target pemeriksaan selama dua kali. Tapi, kami belum tahu perkembangannya nanti bagaimana. Soal waktu, juga belum bisa memastikan. Tapi, kami menargetkan bulan Maret ini selesai,” terangnya.

Ketika ditanya apakah materi pertanyaan sudah mengarah pada upaya cokot mencokot kepada orang yang terindikasi terlibat, Syafir mengatakan, belum ada. “Pertanyaannya mengalir saja. Dan selama pemeriksaan tadi tidak mengarah kesana. Tapi, tidak menutup kemungkinan. Karena sekarang ini pemeriksaan masih belum selesai. Tergantung bagaimana pemeriksaan nanti sajalah. Ini khan belum selesai,” katanya.

Dijelaskan, terkait kasus ini tersangka Mohammad Nadjib Farid merupakan Pejabat Pembuat Komitmen. Sedang tersangka Daryono adalah rekanan dari PT Brasma Jaya selaku pemenang tender bantuan peralatan dari dana pembantuan Departemen Perindustrian.

Kendati telah ditetapkan tersangka, namun, pihak kejaksaan belum akan melakukan penahanan karena secara keseluruhan baik itu penyelidikan maupun penyidikan masih berlangsung.

Prijono kuasa hukum Mohammad Nadjib Farid kepada wartawan mengatakan, kliennya diperiksa kejaksaan terkait pengadaan bantuan peralatan mesin tahun 2008-2010. “Mayoritas pertanyaan tadi mengarah pada mesin pencacah porang tahun 2008,” ujarnya.

Prijono mengaku keberatan terkait dengan penetapan dua tersangka dalam kasus ini. Pasalnya, masih ada orang lain yang terindikasi terlibat dalam kasus ini. “tapi, mengapa yang diseret dalam kasus ini hanya klien kami saja. Sedangkan orang lain yang terindikasi terlibat cukup banyak. Tapi kenyataannya mereka malah tidak dijadikan tersangka,” ujarnya. (remi/wahyu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s