//
you're reading...
Uncategorized

Komisi B: Bantuan Sapi Program IPBP Ada Kejanggalan

Pilarrakyat-Madiun, Komisi B DPRD Kabupaten menemukan sejumlah kejanggalan dalam bantuan sapi program Insentif dan Penyelamatan Sapi / Kerbau Betina Produktif (IPBP) tahun 2011 di Kabupaten Madiun. Salah satunya, harga sapi jenis limosin dan lokal program tersebut dinilai terlalu mahal.

Hal itu terungkap saat Komisi B DPRD sidak di kelompok tani lembu Barokah Kedungbanteng Pilangkenceng, selaku penerima bantuan program tersebut, Selasa (21/2/12).

‘’Kalau lihat dari bobot sapinya, kok kelihatannya terlalu mahal. Pendapat kami ini bukan tanpa alasan jelas. Sebab banyak anggota dewan yang juga berpengalaman pada bidang jual beli sapi,’’ terang Hari Puryadi, wakil ketua Komisi B DPRD.

Kejanggalan lain, jelas Hari, sesuai dengan laporan admisnitrasi kelompok lembu Barokah, ternyata pengadaan kandang sapi mendahului proposal yang diajukan ke Dinas Pertenakan dan Perikanan Kabupaten Madiun. ‘’Uang dari mana untuk buat kandang, wong belum tentu proposalnya itu disetujui. Aneh betul,’’ jelasnya.

Anggota komisi yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat ini juga curiga dengan langkah pengurus kelompok sapi Lembu Barokah dan Dinas Pertanakan. Sidak yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB terasa dikondisikan. Sebab para wakil rakyat ini hanya diperlihatkan sapi-sapi yang kondisinya bagus milik pengurus. ‘’Ini jelas dikondisikan,’’ terang Suyitno, anggota dewan lainnya.

Handoko Pursigit, anggota komisi B juga berpendapat serupa. Bahkan dia melihat kenyataan di lapangan ada indikasi penyimpangan yang cukup jelas. Hal itu terlihat dari kondisi sapi yang di stempel petugas kejaksaan. ‘’Yang paling mencolok ada sapi local yang harganya Rp 7,4 juta. Padahal harga pasaran sapi local nggak sampai segitu,’’ terangnya.

Walaupun sesuai juklak juknis sapi local diperbolehkan, tapi dilihat dari sisi harga terlalu mahal. ‘’Tidak mungkin semahal itu, kalau harga Rp 7, 4 juta sudah dapat sapi jenis Brahman yang kualitasnya di atas sapi local,’’ katanya.

Handoko juga memastikan, pihaknya melihat sapi di lokasi lain juga kurus dan memprihatinkan. ‘’Mosok sapinya cilik, catatan kami itu saja. Rencannya kami akan melakukan hearing dengan dinas terkait untuk membahas masalah ini. Dan itu pun secara hokum sudah ditangani kejaksaan. Kami mendukung langkah dari penegakan hokum terkait kasus bantuan sapi tersebut. Ini akan menjadi pembelajaran kedepan bagi semua pihak dan jangan sampai itu terjadi lagi,’’ terangnya.

Diberitakan sebelumnya, tim dari Kejaksaan Negeri Madiun berjumlah sembilan orang, Sejas Rabu (08/02/12) lalu, turun gunung untuk melakukan penyelidikan terkait kasus sapi bantuan program IPBP tahun 2011 sekitar Rp. 3 miliar tersebar di enam desa di Kabupaten Madiun. (remi/yu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s