//
you're reading...
Uncategorized

Bupati Mutasi ’Ngawur’, Kepsek Kecewa

Pilarrakyat-Madiun, Kebencian dan kekecewaan masyarakat terhadap Bupati Madiun Muhtarom semakin memuncak. Terlebih adanya kebijakan mutasi terhadap puluhan kepala sekolah (Kepsek), Jumat (17/02/12) lalu. Dinilai, kebijakan itu ‘ngawur’ dan melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Madiun Nomor 13/2010.

Alasannya, mutasi tidak mengacu pada Perbup, karena ada sebagian Kepsek yang di mutasi sebagai guru, meski SK kepala sekolah belum berakhir. “Pada bagian kelima pasal 14 telah secara gamblang disebutkan, jika masa tugas kepala sekolah adalah empat tahun dan bisa diangkat lagi untuk satu kali masa tugas jabatan berikutnya jika yang bersangkutan berprestasi baik,’’ ungkap sumber memo yang mengaku kecewa dengan mutasi kemarin.

Anehnya, Kepsek yang dimutasi menjadi guru, prestasinya cukup baik, karena pernah mendapatkan penghargaan. Selain itu, juga mampu mengantarkan anak didiknya memperoleh nilai Ujian Nasional (UNAS) yang cukup tinggi. “Bahkan, mereka juga lulus ujian pengawas. Tapi posisinya malah turun menjadi guru biasa,’’ ujarnya.

Meski memunculkan polemik dan kekecewaan dikalangan pendidik, hal itu tidak begitu digubris oleh eksekutif Pemkab Madiun, termasuk Baperjakat yang terkesan membela kepentingan Bupati Madiun.

Ketua Baperjakat Soekardi, mengatakan jika mutasi adalah hal yang wajar dalam tubuh organisasi. ”Mutasi yang dilakukan sudah berpijak pada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidik Nasional Nomor 28 tahun 2010 dan Perbup Madiun Nomor 13/2010,” kata Soekardi.

Jadi, soal digesernya sejumlah kepala sekolah menjadi guru, tidak ada masalah. Karena hal itu adalah untuk regenerasi. “Koyok rektor digeser ke dosen, itu khan gak masalah to. Mosok kate-ne mancep ndik kono terus,” ujar Soekardi disela-sela penilaian PHBS, Senen (20/2).

Diketahui, sebanyak 245 pejabat yang mulai dari eselon III, IV serta kepala sekolah di mutasi oleh Bupati Madiun, Jum’at (17/2/12). Bupati Muhtarom, mengatakan langkah mutasi yang dilakukan adalah hal yang wajar dan tidak perlu diartikan yang neko-neko. “Untuk mengisi posisi kosong serta melakukan promosi. Jadi, mutasi ini memiliki visi pendidikan, salah satunya mendekatkan jarak antara rumah pendidik dan tempatnya mengajar,’’ jelas Muhtarom, Jum’at (17/2) lalu. (remi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: