//
you're reading...
Uncategorized

Walikota Tolak Tuntutan Pekerja Proyek Pasar Besar

Pilarrakyat-Madiun, Walikota Madiun H Bambang Irianto secara tegas menolak tuntutan disampaikan mantan pekerja dan sub kontraktor pembangunan Pasar Besar Kota Madiun (PBKM), meminta agar sisa 5% belum dibayarkan untuk pelunasan tunggakan kontraktor (PT Lince Romula R).

“Sisa 5% itu tetap harus dibayarkan kepada kontraktor, tidak ada alasan dialihkan untuk pembayaran tunggakan mantan pekerja dan sun kontraktor PBKM. Saya tetap perintahkan, agar sisanya dibayarkan untuk kontraktor,” tandas, Kamis (16/2).

Ia menyatakan jika sisa pembayaran harus dibayarkan untuk kepentingan lain, baik dirinya maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun bisa terkena masalah hukum. “Pokoknya, sisa 5% itu harus dibayarkan kepada kontraktor,” ujarnya lagi.

Menanggapi pernyataan itu, baik Ketua LSM Abimantrana Herutomo dan Wahana Komunikasi Rakyat (WKR) Budi merasa kecewa. “Seharusnya, selaku kepala daerah bersikap arif dan bijak, sebab ada ratusan mantan pekerja PBKM belum dibayar upah harus diterima,” tegasnya.

Lain lagi, Budi menyatakan sikap keras itu sebagai bentuk tidak peduli atas nasib ratusan mantan pekerja hingga sejumlah sub kontraktor belum menerima pembayaran total ditaksir mencapai Rp 10 milyar. Hal lain, makin memperkuat ada unsur KKN dalam pembanguna PBKM itu.

Dilaporkan, sebelumnya perwakilan ratusan mantan pekerja dan sub kontraktor, Selasa (14/2) lalu, menggelar aksi demo di perkantoran Pemkot Madiun. Mereka mengecam para pejabat tidak peduli dengan nasib mereka alami, sebab haknya belum dibayar kontraktor.

Mereka meminta agar Pemkot Madiun memfasilitasi tuntutan mereka dan meminta sisa 5% belum dibayar agar diberikan untuk pelunasan tunggakan kontraktor. Saat itu hanya ditemui Kepala Dinas PU Purwanto AR dan Kepala Kesbang, Linmas dan Pol Midi Raharja.

Pejabat yang ada hanya menjanjikan meneruskan tuntutan kepada dinas terkait dan kepala daerah, sebab dianggap sekadar janji saja. Para perwakilan berjanji mengerahkan seluruh keluarga menginap di halaman kantor Pemkot di Jalan Panjaitan hingga tuntutan disetujui.

“Jika sampai akhir bulan ini (Februari) tidak terealisir tuntutan iru, kami kerahkan seluruh anggota keluarga menginap di halaman Pemkot,” ujar seorang perwakilan dalam pertemuan dan disampaikan juga kepada rekannya. (gus)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: