//
you're reading...
Uncategorized

Pedagang dan Warga Tuntut Ijin Alfamart Dicabut

* Dinilai Sarat Rekayasa dan Langgar Perpres

Pilarrakyat-Madiun, Keberadaan gerai Alfamart PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk di Desa Tiron Kecamatan/Kabupaten Madiun kembali disoal warga. Rabu (15/2) pukul 09.40 Wib, puluhan pedagang tradisional dan warga Dusun Jogobayan desa setempat datangi kantor DPRD untuk hearing. Mereka menuntut agar ijin pendirian gerai Alfamart itu dicabut. Selain proses perijinan sarat rekayasa, juga dinilai melanggar Peraturan Presiden (Perpres).

Dalam aksinya, warga juga mengusung poster/spanduk diantaranya bertuliskan, “Alfamart harus ditutup, Alfamart buka pasar mati -PNPM macet, Gak usah bayar BRI, Inilah ekonomi kapitalis, orang kecil selalu ditindas. Tahukah anda pemilik Alfamart sudah menjadi 10 orang terkaya di Indonesia. Abu Rizal Bakri saja kalah bro, Alfamart: Penindasan pedagang pasar”.

Selanjutnya, 10 orang perwakilan warga dipimpin Sutowo, diterima hearing di ruang rapat DPRD. Dihadiri Ketua Komisi B Suwandi beserta anggota, Ketua Komisi A Slamet, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Joko Setiyono dan Yayuk Sri Wahyurini Kepala Seksi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kab Madiun, Ambang Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP, Komari Kepala Bagian Perekonomian, Siti Nuhayati Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kab Madiun.

“Kami menuntut ijin Alfamart dicabut. Karena tidak memenuhi persyaratan diatur dalam Perpres No. 112 Tahun 2007, yang dikuatkan dengan aspek perlindungan diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 42 tahun 2007,” kata Suwoto koordinator warga dihadapan wakil rakyat, Rabu (15/02/12).

Pihaknya juga menilai, terbitnya ijin Alfamart diduga kuat adanya campur tangan dari oknum Kecamatan Madiun yang merekayasa persetujuan warga. “Warga selama ini tidak pernah diajak rembugkan (bicara,red). Selanjutnya hasil rekayasa dibawa ke Camat (saat itu Camat Widodo). Tanpa di cek, lalu oleh Camat langsung ditandatangani untuk diteruskan ke KPPT,” jelas Suwoto.

Menurutnya, meski pihaknya dan warga sudah melayangkan protes ke Camat, KPPT (Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu) Pemkab Madiun, dan melayangkan surat ke DPRD, tapi sampai Alfamart buka, belum juga ada tanggapan. “Ini sangat meresahkan warga dan mengganggu mushola,” papar tokoh Desa setempat itu.

Keluhan serupa juga diungkapkan, Tutik, seorang pedagang pasar Jogobayan. Dinilai keberadaan Alfamart telah menghancurkan ekonomi pedagang kecil, menciptakan pengangguran dan menggagalkan visi misi Madiun sejahtera 2013. “Akibat Alfamart itu, pendapatan saya turun dratis. Karena itu, jika Alfamart tetap diteruskan, bisa mengakibatkan pedagang pasar bangkrut dan tutup. Makanya kami mendesak Alfamart ditutup,” ungkap Tutik.

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Madiun, Sdri. Yayuk Sri Wahyurini tampaknya terkesan lebih melindungi pemilik modal asing. Dia tetap mengklaim jika perijinan gerai Alfamart di Desa Tiron sudah sesuai prosedur. Baik kelengkapan administrasi persyaratan dari Camat, Kepala Desa maupun warga.

“Kelengkapan juga sudah di cek komisi terdiri dari Bappeda, Satpol PP, Disperindag dan KPPT dan juga sudah dimintai rekomendasi. Sedangkan ijin prinsip dan rekomendasi Kades dan persetujuan diajukan oleh pemohon tanggal 1 Nopember 2011. Kemudian tanggal 17 Januari 2012 Ijin HO keluar setelah ada demo dari warga, dan Alfamart buka tanggal 27 Desember 2011,” jelas Yayuk Sri Wahyurini, dihadapan warga dan anggota DPRD, Rabu (15/2/12).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kab. Madiun Joko Setiyono sangat merespon aspirasi dan tuntutan pedagang dan warga Desa Tiron terkait keberadaan Alfamart. Pihaknya langsung memerintahkan kepada semua dinas terkait untuk segera menindaklanjuti temuan disampaikan oleh warga dalam hearing (soal ijin rekayasa,red).

“Ini menyangkut kewibawaan pemerintah, karena itu harus ditindaklanjuti, dan Komisi A juga harus memback up untuk turun ke Tiron (Alfamart di Desa Tiron,red) ,” kata Joko Setiyono.

Diketahui, pada tanggal 24 Desember 2012 lalu, puluhan warga juga sempat melakukan aksi penyegelan gerai Alfamart tersebut dan menyampaikan aspirasi lesan dan tertulis ke sejumlah instansi terkait. Namun tetap saja tidak digubris oleh Pemerintah Kabupaten Madiun. Justru pihak Alfamart pada tanggal 27 Desember lalu nekat tetap buka dengan menggunakan pihak Kepolisian setempat untuk pengamanan selama beberapa hari.

Maraknya gerai asing itu sebenarnya tidak lepas dari kebijakan kepala daerah yang tidak pro rakyat kecil dengan mudah memberikan ijin pendirian, tanpa ada regulasi yang jelas yang berpihak pada masyarakat. Sehingga berdampak luas kelangsungan ekonomi komunitas pasar tradisional. (mi/hendri)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: