//
you're reading...
Uncategorized

Gugatan Ijasah Muhtarom Salah Alamat Dan Kadaluwarsa

Pilarrakyat-Madiun, Kuasa Hukum tergugat I dan II, yaitu Bupati Madiun Muhtarom dan KPUD Madiun, R Indra Priangkasa SH menyatakan gugatan Heru Kuncahyono dan kawan-kawan dianggap salah alamat dan kadaluwarsa.

Hal itu ditegaskan Indra Priangkasa SH, MH kuasa hukum tergugat I dan II dalam sidang lanjutan perkara perdata dugaan ijasah palsu Muhtarom Bupati Madiun di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun dengan agenda pembacaan duplik, Rabu (15/02/12).

Selain itu, Indra juga menyatakan jika replik para penggugat tidak konstektual, tidak proporsional dan sangat emosional, khususnya menyerang pribadi Kuasa Hukum. Sisi lain, gugatan yang mengatasnamakan warga Kabupaten Madiun juga tidak tepat. Indra kembali menyoal soal kompetensi absolut Pengadilan Negeri pada gugatan ini.

“Kalau sengketa Pilkada terkait pemakaian ijasah palsu seharusnya lewat Panwas Pilkada, baru ke ranah hukum. Itu kan soal proses pilkada, sebuah lex specialis (hukum yang khusus), sesuai ketentuan, sengketa pilkada ada beberapa hal yang harus diperhatikan,” kata Indra yang juga Ketua DPC PA-GMNI Madiun ini.

Kalau terkait proses, jelasnya, orang-orang yang dirugikan bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Jatim melalui PN Madiun pada aturan lama dan ke Mahkamah Konstitusi pada aturan terbaru. “Sedangkan sengketa administratif dalam pilkada seharusnya dialamatkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” ujarnya.

Sedangkan mengenai keabsahan ijasah, tambah Indra, adalah wilayah hukum pidana. Karena itu ia meminta majelis hakim menolak gugatan para penggugat. Apalagi tidak pernah ada putusan dari pengadilan manapun perbuatan memalsukan ijasah atas nama Muhtarom. Selain itu, tidak ada hubungan hukum yang jelas antara para penggugat dengan tergugat pada obyek sengketa yaitu ijasah diduga palsu.

“Harusnya yang menggugat pihak sekolah yang mungkin dicatut. Gugatan juga dinilai kadaluarsa sebab dalam ketentuan, gugatan atas proses dan hasil pilkada dilakukan pada 2008 lalu. Tepatnya 14 hari setelah keputusan-keputusan dikeluarkan,” tambah Indra dengan tegas.

Menanggapi hal ini, Heru Kuncahyono menyatakan, pihaknya telah siap untuk membuktikan dugaannya tentang ijasah palsu milik Muhtarom. “Apapun putusan majelis hakim pada putusan sela nanti (dua pekan lagi) kami siap membuktikan. Kami mentargetkan menang dalam gugatan,” ujarnya serius.

Ketua Majelis Hakim Bambang Hermanto SH, akhirnya menutup sidang dan akan dilanjutkan 2 pekan lagi berupa pembacaan putusan sela. Sidang dilanjutkan, Rabu (29/2), disikapi kedua belah pihak optimis menang. (gus/hendri)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: