//
you're reading...
Uncategorized

Massa Pendukung Terdakwa Penganiayaan ’Ngluruk’ PN

Pilarnews-Madiun, Puluhan massa dari Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, nggruduk Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun, Selasa (07/02).

Kedatangan puluhan massa yang datang menggunakan sepeda motor itu, untuk menyaksikan sidang kasus penganiayaan dengan terdakwa, H.Kun Arifin, yang juga warga Sewulan.

Puluhan massa ini, merupakan massa pendukung terdakwa. Sementara massa korban penganiayaan, juga datang ke pengadilan. Namun jumlahnya hanya belasan orang. Kendati demikian, sekitar 100 personil dari Polres Madiun, mengamankan jalannya persidangan.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum, Sri Lestari, dipimpin ketua majelis hakim, Bambang Miyanto. Sementara terdakwa H.Kun Arifin, didampingi oleh penasehat hukumnya, Wildan Suyuti. Dalam dakwaannya, jaksa mendakwa terdakwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban, Suhadi (43), yang juga warga desa Sewulan.

Penganiayaan itu sendiri, terjadi pada tanggal 18 Nopember 2011 lalu.
Sementara dari hasil visum et repertum rumah sakit, korban mengalami luka pada bagian bawah mata dan menjalani rawat inap selama 3 hari di rumah sakit umum Batil, Dolopo, Kabupaten Madiun.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 351 KUHP. Sidang ditunda Selasa pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Diberitakan sebelum ini, perkara tersebut bermula dari percecokan mulut antara H.Kun Arifin, dengan korban Suhadi, di warung milik Andik yang juga warga Sewulan.

Berawal dari percecokan inilah, kemudian terdakwa emosi dan menantang duel. Karena masih bertetangga, korban tidak melayani tantangan tersebut. Namun rupanya, terdakwa tetap mengejar korban hingga dekat pasar Sliring Sewulan.

Di tempat itulah, kemudian korban dianiaya oleh terdakwa hingga bagian bawah mata sobek. Tak terima atas perlakuan yang diterimanya, kemudian korban melaporkan kasus penganiyaan tersebut ke Polsek Dagangan.

Namun selama proses penyidikan, H.Kun Arifin tidak pernah ditahan oleh polisi. Setelah perkaranya dilimpahkan ke kejaksaan tanggal 26/01/2012, H.Kun Arifin langsung ditahan. Hingga pada akhirnya, perkaranya naik persidangan dan menjadi atensi masyarakat Desa Sewulan karena ada dua kubu.

Kubu H.Kun Arifin selaku terdakwa, serta kubu Suhadi selaku korban. Suhadi sendiri juga dijadikan tersangka oleh polisi atas dasar laporan H.Kun Arifin karena mengeluarkan kata-kata kotor. Namun Suhadi tidak ditahan karena hanya dijerat dengan pasal 310 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.(remi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: