//
you're reading...
Uncategorized

Kejaksaan Tetapkan Kabid Perindustrian dan Rekanan Tersangka

Pilar-Madiun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun akhirnya menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana pembantuan dari Departemen Perindustrian tahun 2008-2010 senilai Rp. 2,1 miliar. Keduanya yaitu Mohammad Najib Farid, Kabid Perindustrian, Disperindag Kab. Madiun dan Daryono rekanan dari PT Brasma Jaya.

Moh. Safir, SH, salah seorang tim jaksa penyidik, Kejari Madiun mengatakan, penetapan tersangka dilakukan, karena bersangkutan dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas pelaksanaan program Depperin tahun anggaran 2008, 2009 dan 2010.

Sedangkan untuk tersangka Daryono, lantaran ada kejanggalan dalam pemenangan tender. Karena sejak tahun 2008 hingga 2010 pemenang lelang selalu muncul nama tersebut. “Kapasitas dia (Mohammad Najib Farid,red) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan dalam tender ada kejanggalan dan ini masih kami kembangkan,’’ kata Moh Safir SH kepada wartawan.

Dijelaskan, dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa secara maraton sedikitnya enam pejabat penting dilingkup Pemkab Madiun. Diantaranya, Kepala Inspektorat, Bambang Budi Utomo dan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Beny Adi Wijaya, Puji Rahayu kini Camat Jiwan, Heru Sulaksono, Kepala Seksi pada Dinas PU BMCK dan Ida, Sekretaris Pemberdayaan Perempuan pada kantor BKKBN Kab Madiun serta Siswantoyo, Kasi Perindustrian Disperindag.

“Untuk mengungkap kasus ini, kami memang membutuhkan saksi dan bukti yang kuat, sebanyak enam orang sudah dimintai keterangan,” ujarnya.

Disinggung adanya tersangka lain, Safir mengatakan, kemungkinan tersangka akan bertambah. “Ada kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Karena, kita terus dalami dan kembangkan kasus ini,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun anggaran 2008, 2009 dan 2010, Pemkab Madiun melalui Disperindag mendapat gelontoran anggaran sekitar Rp. 2,1 miliar. Sesuai rencana anggaran belanja (RAB), anggaran tersebut seharusnya dibelikan beberapa peralatan pencetak batu bata serta peralatan mesin porang dan lainnya. Namun belakang diketahui, peralatan tersebut baru dibelikan setelah pihak kejaksaan melakukan penyelidikan.

Parahnya lagi, mesin yang dibeli tidak sesuai spesifikasi. Dan kini kondisi peralatan tersebut ndongkrok tidak bisa dipakai. Sejumlah mesin itu sudah dilakukan penyitaan oleh pihak kejaksaan untuk dijadikan barang bukti.

Sementara itu, penetapan dua tersangka tersebut, menuai protes dari Prijono, penasehat hukum Mohammad Najib Farid dan Daryono, -dua tersangka dalam kasus tersebut. Dinilai, penetapan tersangka terhadap kliennya tersebut tidak adil. Karena sejauh ini, kedua tersangka belum menjalani pemeriksaan di kejaksaan. Kendati demikian, pihak kejaksaan telah menetapkan kliennya menjadi tersangka.

“Seseorang dijadikan tersangka harusnya ada pemeriksaan awal. Setelah itu, barulah ditetapkan menjadi tersangka. Itu pu, kalau yang bersangkutan terindikasi melakukan penyelewengan,” ujarnya, Minggu (29/1) kemarin.

Karena itu, Prijono mengaku sangat kecewa dengan penetapan tersebut. Menurutnya, keputusan pihak kejaksaan menetapkan kliennya menjadi tersangka terlalu prematur. Akibat penetapan yang premature itu, kini kliennya terganggu secara psikologis. “Kami kecewa dengan penetapan tersangka yang terburu-buru. Dampaknya, kini klien kami terganggu psikologisnya,” katanya.

Selain itu, Prijono juga mengaku keberatan. Mengapa yang diseret dalam kasus tersebut hanya kliennya saja. Sedangkan orang lain yang terindikasi terlibat cukup banyak. Tapi kenyataannya mereka malah tidak dijadikan tersangka. (remi/wahyu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: