//
you're reading...
Uncategorized

Tuntut Jamkesmasda, Warga Madiun Tolak SKTM

Pilarrakyat-Madiun, Buntut pemberitaan ratusan Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, tidak mendapatkan Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) terus bergulir. Dilaporkan sejumlah RTM tidak meminta kepada Ketua Rukun Tetangga (RT), agar diusulkan kembali mendapatkan Kartu Jamkesmasda.

“Sejak muncul berita itu di media cetak dan televisi lokal, warga kami meminta agar diusulkan dan diupayakan bisa mendapatkan Kartu Jamkesmasda lagi. Mereka menolak jika diberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai bahan rujukan untuk berobat,” jelas Ketua RT 24, Kelurahan Josenan, Harto, Selasa (17/1).

Padahal, tambahnya, sesuai disosialisasikan dari jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) beberapa waktu lalu, jalan keluar bagi RTM tidak menerima Kartu Jamkesmasda mendapatlan SKTM. Namun, jalur ditempuh mendapatkan pengesahan tergolong rumit membuat warga ogah mendapatkan SKTM dianggap ribet atau berbelit-belit.

Ia mengharapkan pengurusan SKTM disederhanakan, sebab tahun-tahun sebelumnya cukup melalui RT, kelurahan dan kecamatan plus puskesmas. Pengurusan SKTM saat ini harus melalui RT, kelurahan, puskesmas, kembali ke RT, kelurahan, kemudian kecamatan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinkes.

Kesempatan terpisah, anggota DPRD Kota Madiun asal Kelurahan Josenan yaitu Sunyantoro meminta atas tuntutan itu, berharap ada solusi terbaik dan tercepat yaitu dengan memangkas jalur birokasi pengurusan SKTM. Hal itu dimaksudkan, agar tidak memberatkan masyarakat, justru meringankan masyarakat dengan memberikan kemudahan.

“Mengapa kepengurusan SKTM harus serumit itu ? Apa tidak bisa dipangkas seperti tahun sebelumnya ? Selain, simple juga tidak memberatkan RTM dalam melakukan pengurusan. Lalu, pertanyaan lain. Apakah rumah sakit lain diatas, jika memerlukan rujukan mau menerima SKTM ?,” ujar politisi dari PAN ini keheranan.

Hal senada disampaikan, Hery Supriyanto dari PDIP menyatakan perlu diadakan penelusuran atas hilangnya ratusan RTM sebagai daftar penerima Kartu Jamkesmasda. Apalagi, informasi dari pihak kelurahan dan para Ketua RT mereka tidak didatangi petugas survey, sedangkan pihak kelurahan sudah memberikan data penerima tahun sebelumnya.

Dilaporkan, sebelumnya sebanyak 4 RT di Kelurahan Josenan, RTM sama sekali tidak mendapatkan Kartu Jamkesmasda yaitu RT 1, 8, 9 dan 10 serta RT 24 hanya ada satu jiwa penerima kartu. Data dari Kelurahan Josenan tahun 2011 lalu ada sebanyak 1.011 RTM penerima kartu jamkesmasda, tahun ini (2012) menjadi 698 RTM penerima kartu atau hilang 313 RTM (31%).

Anehnya lagi, ada penerima Kartu Jamkesmasda dari kalangan mampu seperti pensiunan, PNS, TNI, Polri, pegawai BUMN dan lainnya. Sayangnya, terhapusnya mereka mendapatkan Kartu Jamkesmasda, tidak diikuti peningkatan kesejahteraan. (gus)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s