//
you're reading...
Uncategorized

Warga Tidak Terima Kartu Jamkesmasda, Bertambah

Inilah kartu Jamkesmasda dianggap penuh kejanggalan misalnya ada penerima dari kalangan PNS, TNI, Polri, BUMN, pensiunan dan lainnya. Kejanggalan lain adanya foto Walikota Madiun beserta istri, tampak kartu tengah ditunjukan Hery Supriyanto anggota DPRD Kota Madiun dari Dapil Taman


Pilarrakyat-Madiun, Data Rukun Tetangga (RT) tidak menerima Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, ternyata bertambah. Sebelumnya, informasi diperoleh ada 3 RT dan satu RT hanya menerima satu jiwa, kini bertambah menjadi 4 RT tidak menerima kartu itu sama sekali.

Demikian disampaikan jajaran perangkat Kelurahan Josenan dihadapan 2 anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Taman yaitu Heri Supriyanto dari PDIP dan Subyantoro dari PAN, ketika melakukan klarifikasi, Senin (16/1). Keduanya melakukan klarifikasi seputar persoalan ‘hilangnya’ ratusan Rumah Tangga Miskin (RTM) tidak menerima kartu Jamkesmasda.

“Berdasarkan data diterima dari Dinas Kesehatan, ada 4 RT sama sekali tidak menerima kartu dimaksud yaitu RT 1, 8, 9 dan 10 serta RT 24 hanya ada satu jiwa penerima kartu,” jelas Kasi Kesejahteraan Sosial Endang Prihatiningsih didampingi Kepala Kelurahan Josenan Tukilan.

Ia juga menyatakan jika tahun 2011 lalu ada sebanyak 1.011 RTM penerima kartu jamkesmasda, tahun ini (2012) menjadi 698 RTM penerima kartu. “Kami tidak tahu, pak. Mengapa jumlah kami turun ? Setelah kartu diterima disalurkan ditemukan ada penerima dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri, pensiunan dan lainnya,” ujar Endang lagi.

Kemudian diikuti diskusi kecil kedua anggota DPRD itu dengan perangkat Kelurahan Josenan untuk mengurai penyebabnya. “Ada kemungkinan tim survey sudah menerima data dari kelurahan, tidak turun langsung maupun melibatkan Ketua RT setempat. Jika ada surve dilakukan secara akal terkesan asal-asalan, hal ini diperkuat pengakuan seorang Ketua RT,” ujar Hery Supriyanto.

Sisi lain, tambahnya, herannya lagi dalam kartu Jamkesmasda itu terpampang foto Walikota Madiun H Bambang Irianto beserta istri, sedangkan lambang Pemkot Madiun ukuran kecil ditengahnya. Mengapa harus ada foto seperti itu, Jamkesmasda itu dibiayai APBD bukan pribadi

“Terpampangnya foto seperti itu, bisa mengundang berbagai tanggapan. Dari terkesan seakan-akan dibiayai pribadi, ajang kampanye dan tanggapan miring lainnya. Seharusnya, kartu Jamkesmasda seperti tahun-tahun sebelumnya, lambing Pemkot Madiun dan tanda tangan kepala daerah,” ujar Subyantoro juga keheranan sekaligus warga Kelurahan Josenan ini.

Keduanya juga sepakat bagi penerima kartu Jamkesmasda tergolong mampu hendak diminta untuk mengembalikan, sebab kartu itu sepenuhnya untuk RTM. “Sebaiknya, jajaran RT, RW hingga kelurahan meminta warganya tidak berhak menerima agar mengembalikan,” tandas Heri Supriyanto. (gus)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s