//
you're reading...
Uncategorized

Ratusan Warga Miskin Tidak Terima Kartu Jamkesmasda

bentuk Kartu Jamkesmasda terbaru tahun 2012 dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun


Pilarrakyat-Madiun, Ratusan warga miskin di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, kehilangan hak menerima Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesmasda) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tahun 2012 ini. Padahal, tahun-tahun sebelumnya mereka mendapatkan Kartu Jamkesmasda, solusinya mereka jika sakit diberi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

“Saya heran, warga RT kami hanya mendapatkan satu orang penerima Kartu Jamkesmasda. Lucunya lagi, penerimanya anggota Polri aktif, informasi dari sesama Ketua RT lain kejadian seperti banyak atau tidak tepat sasaran,” ujar Ketua RT 24 Kelutahan Josenan Harto, Minggu (15/1).

Ia juga merasa heran atas pendataan dilakukan, tanpa melibatkan Ketua RT maupun RW, sehingga menghasilkan data tidak akurat. Atas kejadian itu, bagi warga miskin tidak mendapatkan Kartu Jamkesmasda, Pemkot Madiun hanya memberikan alternatif melalui pemberian SKTM. Sedangkan, pengurusan SKTM sesuai penjelasan dinilai rumit.

Bagaimana cara pengurusan SKTM ? Sesuai penjelasan jajaran Pemkot Madiun tergolong rumit. “Kami hanya minta disederhanankan seperti tahun 2008 maupun 2009 lalu. Kami kasihan masyarakat harus mengurus bolak-balik, sehingga memunculkan kesan jalur administrasi panjang dan rumit,” ujar Harto lagi dibenarkan sejumlah Ketua RT lain maupun perangkat Kelurahan Josenan.

Saat ini tahapan harus dilalui penerima SKTM rumit yaitu mulai dari RT, ke Kelurahan, puskesmas, kembali ke RT, Kelurahan, puskesmas, Kecamatan, Dinsosnaker serta ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. “Apa bukan rumit dan penerima SKTM harus dibuat mondar-mandir ?. Padahal, dulu tidak seperti itu atau tergolong mudah, melalui RT, Kelurahan dan Kecamatan,” ujar Tony warga Kelurahan Josenan lainnya.

Data diperoleh dari Kelurahan Josenan menyebutkan tahun sebelumnya (2011) ada sebanyak 1.004 jiwa penerima Kartu Jamkesmada, tapi kini (2012) hanya menerima 698 jiwa. Hal itu, berarti ada sebanyak 306 warga miskin kehilangan hak mendapat Kartu Jamkesmasda atau pelayanan kesehatan.

Akibatnya, ada Rukun Tetangga (RT) tidak sama sekali penduduknya menerima Karti Jamkesmasda yaitu RT 7, 8 dan 9, lalu RT 24 hanya ada satu warganya menerima. Akibatnya, para Ketua RT mendapat protes dari warga yang kini tidak mendapatkan Kartu Jamkesmasda.

Pengakuan sejumlah RT di Kelurahan Josenan menyebutkan ada penerima Kartu Jamkesmada berstatus PNS, TNI, Polri, pegawai BUMN dan orang mampu lainnya. “Kasus lain ada penerima sudah meninggal, tapi dinilai relatif kecil. Sisi lain, kami minta bagi penerima tergolong mampu agar kartunya ditarik,” tandas Harto lagi.

Sekedar diketahui, demi keabsaan data base warga miskin, sebelumnya pihak Pemkot Madiun sudah melakukan survei / pendataan dengan menggandeng pihak ketiga. (gus)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s