//
you're reading...
Uncategorized

Proyek Jalan Tembus Rp. 5,7 M Mulai Rusak

Pilarrakyat-Madiun, Kondisi proyek jalan tembus sepanjang 7.526 meter menghubungkan Kabupaten Madiun-Bojonegoro memprihatinkan. Meski baru selesai dikerjakan, proyek menelan biaya Rp. 5,7 miliar dari APBD Propinsi Jatim ini sudah rusak parah.

Pantauan Memo, kondisi jalan kini berlumpur dan licin disertai genangan air ketika hujan tiba. Mengakibatkan, jalan sulit untuk dilewati. Akibatnya, warga sekitar merasa resah.
“Jalan baru saja selesai di bangun, tapi kondisinya sudah rusak. Menjadikan kami, masyarakat terpencil makin susah saja,” ujar warga Desa Mronan, Kecamatan Sekar, Bojonegoro ini, ditemui para wartawan, Sabtu (14/1) kemarin.

Menurutnya, warga juga mempertanyakan alasan tidak kunjung direalisasikannya pembangunan jalan tembus ke arah Bojonegoro. Padahal, jalan tersebut merupakan salah satu langkah yang paling tepat untuk memaksimalkan pembangunan dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang tinggal di desa terpencil di tepi hutan. Yaitu Desa Mronan, Desa Ngasian dan Desa Sumbergalih.

“Yang dari arah Madiun sudah jadi, tapi yang mau ke Bojonegoro kok belum dibangun. Kesannya kok dibiarkan begitu saja. Kami berharap yang rusak diperbaiki. Dan yang belum dibangun segera direalisasikan. Karena, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari kami dan warga di hanya mengandalkan jalan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Madiun, Arnowo Wijaya membantah, jika kondisi jalan yang baru selesai dibangun pada pertengahan tahun 2011 tersebut rusak parah.

“Opo wis rusak. Urung rusak to. Itu biar mantap dulu. Nanti kalau sudah mantap baru kita aspal. Jalan baru memang perlu pemantapan dulu,” ujarnya dihubungi, Minggu (15/1) kemarin.

Ditambahkan Arnowo, untuk memuluskan jalan tersebut, kini pihaknya sudah mengusulkan tambahan dana untuk pembangunannya. “Nanti kalau sudah saatnya akan kita perbaiki lagi sampai benar-benar tembus ke Bojonegoro. Tapi yang jelas, dananya sudah kita usulkan,” jelasnya.

Disinggung tak kunjung dibangunnya jalan tembus ke arah Bojonegoro, Arnowo mengatakan, pihaknya tidak punya kewenangan ikut campur terhadap permasalahannya Pemkab Bojonegoro. “Itu menjadi kewenangan Pemkab Bojonegoro. Sementara kita hanya berfikir terhadap jalan tembus yang menjadi kewenangannya Pemkab Madiun,” tandasnya. (mi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: