//
you're reading...
Uncategorized

4 Oknum TNI Penyelundup Imigran Gelap Masih Saksi

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Murdjito (tengah)


Pilarrakyat-Madiun, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Murdjito menyatakan dari 4 anggota TNI diduga terlibat penyelundupan imigran gelap di Tulungagung, hingga kini belum ada peningkatan status. “Ke-4 nya masih dalam pemeriksaan dengan status sebagai saksi,” ujar usai memimpin rapat persiapan kunjungan Presiden RI ke Pacitan dan Malang di Bakorwil Madiun, Senin (9/1).

Ke-4 prajurit TNI itu, tambahnya, saat ini masih berada di tahanan POM Dam V Brawijaya untuk menjalani pemeriksaan, sesuai aturan masa penahanan pertama selama 20 hari. Jika belum cukup, masa penahanan bisa diperpanjang 30 hari, meski begitu mereka dibebastugaskan dan masih menerima hak-hak sebagai prajurit TNI.

Menjawab soal keterlibatan mereka dalam penyelundupan imigran gelap. Ia menyatakan masih dalam pemeriksaan intensif dan perlu dibuktikan dalam sidang diperadilan militer nanti. “Saya jamin pemeriksaan mereka memakai aturan berlaku baik militer dan KUHP, 4 prajurit TNI kami tangani. Sedangkan, sipil ditangani Polda Jatim,: ujarnya.

Menurutnya proses hukum perlu waktu yaitu pemeriksaan dalam penyelidikan sudah dilakukan, selanjutnya diserahkan ke Oditur Militer. Berikutnya, Oditur Militer menyarankan kepada pimpinan tentang tindakan hukum harus dilakukan, diikuti masuk ke Pengadilan Militer. “Sekarang prosesnya dalam tahap pemberkasan, jika selesai bisa dilimpahkan ke Pengadilan Militer,” tegasnya.

Menyinggung sanksi terhadap jajaran dilakukan atas kejadian itu, ia menyatakan sudah memberikan jelas berdasarkan aturan yang ada dari tingkat Babinsa (Badan Pembina Desa), Komandan Koramil (Dan Ranmil) hingga Komandan Komandan Distrik Militer (Dan Dandim) Tulungagung maupun Sampang. “Pasti itu namanya sanksi dari teguran hingga tertulis,” ujar Pangdam V Brawijaya lagi.

Para prajurit TNI terlibat yaitu Pembantu Letnan Satu (Peltu) S, Prajurit Kepala (Praka) K dan Praka KA. Mereka bertugas di Komando Rayon Militer (Koramil) Besuki dibawah Komando Distrik Militer (Kodim) 0807 Tulungagung. Mereka berperan ikut menyiapkan perahu bagi para imigran dari Pantai Popoh, Tulungagung, menuju tengah laut dan berganti kapal feri yang akhirnya tenggelam di perairan Prigi, Trenggalek, 17 Desember 2011 lalu.

Selain tiga oknum TNI AD dari Tulungagung, satu oknum lain juga terlibat yakni anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0828 Sampang, Madura, berinisial Sersan Kepala (Serka) MK. MK atau yang pernah disebut memiliki adik ipar bernama Budi yang bekerja sebagai PNS di Koramil Kedungwaru, Tulungagung. Lantas Budi bekerjasama dengan Peltu S, Praka K, dan Praka KA untuk mencarikan perahu bagi imigran. (gus)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s