//
you're reading...
Uncategorized

Prediksi Situasi dan Kondisi Keamanan 2012

Akhir tahun 2011 ditutup dengan peristiwa kerusuhan sosial yang menghebohkan. Pertama di Desa Sodong ( KABOKI -Sumatera Selatan ) dan Kabupaten Mesuji ( Lampung ), dilanjut lagi dengan kerusuhan di Desa Sape – Kabupaten Bima, NTB. Peristiwa penutup tahun itu, seakan menjadi pertanda bahwa pada tahun 2012 situasi dan kondisi keamanan masih jauh dari yang diharapkan. Seorang ekonom senior yang selalu berpandangan kritis, mengatakan “ Kondisi perekonomian yang masih menunjukkan besarnya kesenjangan sosial di masyarakat, akan menjadi potensi gangguan keamanan di sepanjang tahun 2012. Belum lagi ditambah hiruk pikuk partai politik dalam menyongsong Pemilu 2014.”

Dijelaskan lagi oleh ekonom senior itu, pertumbuhan ekonomi yang terjadi di sepanjang tahun 2011 bukanlah pertumbuhan yang merata. Tapi pertumbuhan yang hanya dirasakan oleh masyarakat pada pucuk piramida sosial, yaitu bagi kelompok pengusaha konglomerat yang memiliki ekonomi mapan. “Ada pun bagi masyarakat kebanyakan, masih tetap terhimpit dengan derita kemiskinan, kesulitan memperoleh kesempatan kerja atau tidak merasakan perubahan ekonomi kepada ke arah yang lebih baik.” Pandangan tersebut diamini oleh kriminolog yang mengatakan “Kesenjangan sosial yang kian melebar, menjadi ancaman keamanan yang sangat signifikan. Berbagai kasus perampokan, penjarahan dan semacamnya, akan banyak terjadi di tahun 2012 jika Pemerintah tidak segera mewaspadai semua itu.”

Frekuensi unjuk rasa meninggi

Pada tahun 2012 mendatang, diprediksi kegiatan unjuk rasa, khususnya dari kalangan pekerja, mahasiswa dan LSM, akan semakin meningkat dibanding tahun 2011. Semua itu dipicu oleh kondisi perekonomian nasional yang secara merata, belum membaik. Serikat Pekerja di berbagai daerah dan di Jakarta, akan semakin gencar melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah dan UMR. Para mahasiswa akan semakin sering melakukan unjuk rasa, menunjukkan aspirasi ketidak puasan terhadap proses pengadilan koruptor dan penangan kasus-kasus korupsi besar. Demikian pula halnya dari kalangan LSM, juga akan semakin meningkatkan kegiatan unjuk rasa dalam menyampaikan berbagai aspirasinya kepada pemerintah.

Maka ketika frekuensi aksi unjuk rasa meninggi, mau tidak mau, keamanan dan ketertiban umum akan terganggu. Terlebih diperkirakan, kegiatan aksi unjuk rasa mendatang akan semakin anarkhis dan merisaukan banyak pihak. Oleh sebab itu, selayaknya para pengusaha dan penguasa harus mulai waspada dan berupaya mengantisipasi semua ancaman yang akan terjadi. “ Beberapa perusahaan yang menjadi klien kami, memang sudah meminta agar pada tahun 2012 mendatang, kegiatan pengamanan di lingkungannya semakin ditingkatkan.” Ucap seorang bos pemilik perusahaan jasa keamanan, saat ditanya pendapatnya terhadap situasi dan kondisi keamanan di tahun 2012 mendatang.

Kegiatan kriminalitas semakin rawan

Tidak saja lingkungan usaha dan pemerintah yang terancam oleh rawannya gangguan keamanan, lingkungan pemukiman dan pusat-pusat keramaian publik juga berada dalam situasi dan kondisi yang sama yaitu : Masih belum aman. Kasus perkosaan, penculikan, penipuan dengan berbagai modus, pencurian dan perampokan, akan mengalami peningkatan yang lumayan tinggi. Singkat kata, semua itu merupakan ancaman serius yang berlaku di seluruh lapisan masyarakat.

Prediksi di atas, selain karena masalah pertumbuhan ekonomi sosial yang masih belum merata, juga disebabkan oleh kurang piawainya pihak petugas keamanan mendeteksi dini ancaman kriminalitas tersebut. Sehingga para petuas keamanan bertindak setelah kasus kriminalitas itu terjadi, yaitu tidak memperkirakan lebih dulu kapan dan bilamana kasus kriminalitas tersebut akan terjadi di masyarakat. Kurang mampu dalam mendeteksi dini potensi ancaman rawan kriminalitas itulah yang sampai nanti akan menjadi kelemahan utama bagi petugas keamanan dalam menanggulangi masalah keamanan.

Faktor pemicu

Pada tahun 2012 mendatang, seiring dengan kenaikan BBM, kenaikan tarif listrik, telepon dan jalan tol, akan kembali mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok. Di lain pihak, daya beli masyarakat umum akan semakin menurun. Kondisi demikian diperkirakan akan menjadi salah satu pemicu meningkatnya kerawanan kriminalitas serta gangguan keamanan di masyarakat. Sementara di sisi lain, hiruk pikuk partai politik dalam persiapan Pemilu 2014 juga akan membangun berbagai konflik di kalangan petinggi partai. Baik di lembaga legislatif mau pun dalam penyelenggaraan politik praktis. Kisruh demikian juga berpotensi untuk menumbuhkan gangguan keamanan di masyarakat luas, khususnya lagi di kalangan akar rumput.

Jadi jika pada tahun 2012 mendatang ingin terselenggara keamanan dan ketertiban yang sesuai, hendaknyalah segala ancaman kerawanan keamanan itu dideteksi dan diantisipasi sejak dini.Tanpa upaya tersebut, keamanan dan ketertiban tetap menjadi masalah yang tidak tertanggulangi. ( yan daryono )

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: